Cpx24.com CPM Program Cpx24.com CPM Program

Our Presence

Need for information makes me inspired to create something that could be useful .. We are here to provide iformasi that may be useful.

Traffic, Income, Profit

Go to Blogger affan-personalweb

This is default featured post 3 title

Go to Blogger Go to Blogger Go to Blogger affan-personalweb

This is default featured post 4 title

Go to Blogger Go to Blogger Go to Blogger affan-personalweb

Lifestyle

Go to Blogger Go to Blogger affan-personalweb

S E O

Go to Blogger Go to Blogger affan-personalweb

Relationship

Go to Blogger Go to Blogger affan-personalweb

Adsense

Go to Blogger Go to Blogger affan-personalweb

Competition

Go to Blogger Go to Blogger affan-personalweb

Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 April 2012

MENGAKSES KRETIVITAS MELALUI TINDAKAN ANDA


Beberapa Cara untuk Mengakses Kreatifitas Anda

Anda mungkin sering mendengar teman Anda mengatakan, “Orang itu kreatif banget sih…bisa bikin ini dan itu”. Meskipun kebanyakan orang beranggapan bahwa kreatifitas itu berkaitan dengan menciptakan suatu karya, tetapi sebetulnya kreatifitas bisa juga bermakna bagaimana cara kita mengerjakan sesuatu.
Kreatifitas klasik biasanya berbentuk lukisan, lagu, tarian atau  bahkan program komputer. Tetapi apabila Anda tidak mempunyai bakat dalam menciptakan kreatifitas klasik Anda masih bisa tetap kreatif. Kemampuan kreatifitas disini berkaitan dengan bagaimana cara Anda mengerjakan sesuatu. Dalam hal apapun – Anda sebaiknya selalu mencari ide baru untuk mengerjakan pekerjaan Anda secara lebih efektif dan efisien.
Contoh sederhananya, apabila Anda diminta memindahkan setumpuk batu bata dari halaman rumah ke kebun belakang, Anda tidak ingin hanya menggunakan kedua tangan saja untuk mengangkut batu bata tersebut. Anda pastinya ingin mencari cara bagaimana mengangkut setumpuk batu bata tersebut supaya Anda tidak kelelahan dan kehabisan waktu.

Anda mungkin berpikir untuk menggunakan ember sebagai alat pengangkut sehingga Anda bisa meletakkan lebih banyak batu batu.Tapi apakah ember saja cukup? Anda mungkin berpikir kali ini trolley (yang biasa dipakai berbelanja) bisa lebih efektif untuk mengangkut beban. Anda selalu membuka pikiran untuk hal-hal baru yang berguna.
Berikut ini beberapa sikap yang berguna untuk membuka akses kreatifitas yang ada dalam diri Anda:
  • Selalu ingin mencari tahu. Nikmati kejutan-kejutan setiap hari
  • Bersikap terbuka dan eksploratif
  • Temukan satu hal yang menarik bagi Anda untuk di-eksplore. Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang hal itu.
  • Konsisten dan tidak menyerah dalam mempelajari keahlian baru meskipun mungkin terasa rumit bagi Anda.
  • Selalu belajar dari pengalaman, meskipun rasanya pengalaman itu lebih seperti kesalahan. Jangan berhenti belajar.
  • Berpikir berbeda. Pikirkan kebalikan. Jangan takut pendapat Anda berbeda dengan orang lain. Keluarkan ide sebanyak-banyaknya. Tidak ada ide bodoh, yang ada hanya ide.
  • Mengetahu apa yang Anda suka dan apa yang Anda tidak suka.
  • Nikmati petualangan hidup.
  • Hargai diri Anda sendiri.

KUTU ANJING DAN RANTAI GAJAH


Melepaskan Diri dari Belenggu Keterbatasan

Ini cerita yang saya dapat dari guru saya.  Pak Farid Poniman.  Cerita yang sungguh membebaskan saya dari berbagai belenggu yang membatasi langkah-langkah bisnis saya menuju sukses.  Begini ceritanya:
Seekor kutu anjing adalah binatang yang sangat hebat.  Apa kehebatannya?  Ia bisa meloncaat sangat tinggi.  Sampai kira-kira 50 kali lipat ukuran tubuhnya.  Ia binatang yang membuat anjing gatal-gatal.

Suatu ketika sang anjing meminta tolong pada seekor kelinci.  “Wahai kelinci, tolonglah aku.  Tolong kau cari, tangkap dan buang kutu anjing di tubuhku ini. Rasanya aku sudah nggak kuat lagi.”

Kelinci pun berusaha sekuat tenaga.  Tapi ia sangat sulit menangkap kutu anjing itu.  Setiap ia akan tangkap, si kutu anjing melompat tinggi.  Bahkan lebih tinggi dari kelinci.
Keadaan ini membuat kelinci berpikir keras.  Akhirnya ia dapat ide.  Ia minta serpihan kecil daging dan bulu pada anjing.  Daging dan bulu itu, ia masukkan ke sebuah kotak korek api yang terbuka.  Rupanya kelinci membuat jebakan untuk kutu anjing tersebut. 

Ketika kutu anjing melihat ada sebongkah daging dan bulu anjing, maka ia pun melompat  masuk ke dalam kotak korek api itu.  Ketika, ia sedang asyik menikmati bulu dan daging anjing itu, kelinci segera menutup penutup kotak korek api itu.  Si kutu anjing pun terperangkap.

Kelinci membiarkan kutu anjing itu beberapa hari.  Ia tidak ingin tangkapannya kabur lagi.  Setelah beberapa hari, kotak korek api dibuka.  Meloncatlah si kutu anjing.  Kelinci terkejut.  Ia khawatir si kutu anjing akan kabur.  Ternyata tidak.  Kutu anjing itu sekarang, tidak bisa loncat melebihi tinggi kotak korek api yang beberapa hari ini mengurungnya.  Kelinci dengan mudah kembali menangkap si kutu anjing.
Nah, itulah cerita kutu anjing.  Dia sebenarnya bisa melompat tinggi sekali.  Sampai 50 kali ukuran tubuhnya.  Tapi begitu ia dimasukkan ke kotak korek api, ia tak bisa melompat tinggi.
Apa yang bisa kita pelajari dari kisah itu?  Banyak sekali.  Cuma saja, saya baru akan menerangkannya, sesudah saya menceritakan satu cerita lagi untuk anda.  Cerita Rantai Gajah.  Cerita ini saya dapat juga dari Pak Farid Poniman.  Guru saya yang satu ini, memang benar-benar hebat.  Ia punya banyak cerita yang bagus-bagus.  Begini ceritanya, dengan modifikasi dari saya sendiri:

Suatu ketika, ada gajah liar yang merusak kampung.  Sudah banyak orang yang celaka.  Banyak rumah  yang rusak.  Sawah dan ladang pun demikian pula.
Penduduk desa telah berusaha sekuat tenaga menangkap atau membunuh sang gajah.  Tapi semua cara gagal.  Mereka kekurangan alat.  Mereka hanya mengandalkan senapan angin yang tidak seberapa kekuatannya.  Tentu saja, tidak bisa menaklukan sang gajah.

Kebetulan, lewat ke kampung itu seorang pemburu dari kota.  Penduduk kampung pun meminta pertolongan sang pemburu.  Dengan sigap pemburu ini segera memburu sang gajah.  Mereka pun bertemu di pinggir kampung.
Sang pemburu sudah siap dengan berbagai alatnya.  Ia gunakan senapan besar dengan kekuatan besar.  Ia juga gunakan peluru bius yang sangat kuat.  Ia yakin, peluru bius itu sanggup membius sang gajah.

Beberapa kali tembakan meleset.  Sampai pada tembakan kelima, akhirnya sang gajah tertembak.  Peluru bius itu pun menancap di tubuh sang gajah.  Beberapa saat, sang gajah meronta.  Sampai kemudian, ia terjatuh dan pingsan.
Sang pemburu dan penduduk kampung kemudian merantai gajah itu.  Rantai yang digunakan besar dan kuat sekali.  Penduduk kampung pun lega.  Akhirnya masalah besar itu selesai juga.

Sang gajah pun bangun.  Ketika bangun ia langsung berdiri dan berlari.  Ia merasa benar-benar lapar.  Tapi kakinya dirantai.  Ia pun terjatuh.  Ia berdiri lagi, lari lagi.  Terjatuh lagi.  Begitu terus. Sampai sang gajah lemas. Ketika melihat kesekelilingnya, ternyata ia menemukan sebongkah besar rumput.  Ia pun menghampiri rumput itu dan memakannya.  Ketika gajah itu kenyang, ia mencoba berlari lagi.  Tapi rantai yang mengikatnya sungguh kuat.  Ia terjatuh lagi. 

Itulah yang terjadi hari-hari berikutnya.  Sang gajah terus mencoba berlari, tapi ia terus gagal.  Meski begitu, ia tidak  kelaparan.  Malah makin gemuk saja, karena makanannya bagus dan terjamin.  Sang gajah pun berhenti mencoba lari.  Setiap hari ia hanya makan saja.

Rantai gajah pun diganti.  Tidak lagi menggunakan besi yang besar dan kuat.  Ia hanya diikat seutas tali plastik.  Tapi sang gajah tidak mencoba berlari.  Ia telah nyaman pada kondisinya sekarang.  Ia tidak lagi liar.

Itulah cerita rantai gajah.  Apa yang bisa anda simpulkan dari dua cerita tadi?  Kutu anjing yang tadinya bisa melompat tinggi, jadi tidak berdaya dan hanya melompat setinggi kotak korek api.  Demikian juga dengan sang gajah liar.  Tadinya dibutuhkan rantai besi yang besar dan kuat untuk merantainya.  Tapi, kemudian, seutas tali plastik saja tidak dicoba diputuskan oleh sang gajah.

Bagi saya, dua cerita di atas setidaknya memberi tiga pelajaran:
1.    Setiap mahluk hidup sebenarnya mempunyai potensi yang hebat.
2.    Ada kondisi yang membuat potensi hebat tersebut, justru tidak digunakan.
3.    Manusia hebat adalah manusia yang berhasil memutuskan belenggu dalam dirinya sendiri. Mari kita bahas satu per satu.

1.    Potensi hebat.

Setiap manusia dilahirkan dengan potensi yang hebat.  Bagaimana orang seperti Thomas Alfa Edison – yang dikeluarkan dari sekolah karena dianggap bodoh – justru berhasil mempunyai hak paten untuk 1000 penemuan.  Itu karena Edison memang dilahirkan dengan potensi hebat itu.  Demikian pula dengan kita semua.

Kita semua dilahirkan dengan potensi yang sama dengan Edison.  Otak kita dengan Edison relatif sama.  Bedanya, Edison menggunakan lebih banyak sel otak dibanding orang biasa.  Karena potensi yang digunakan berbeda, maka hasilnya pun beda.  Sesederhana itu.

Jadi, potensi yang kita miliki itu sama dengan orang-orang hebat seperti Soekarno, Habibie, keempat Imam Mazhab, Gus Dur, Amin Rais, Usamah bin Ladin, Goerge W Bush, Fidel Castro, Pele, Maradona, Ronaldinho, Zinedine Zidane, Muhammad Ali, Rudi Hartono, dan sebagainya.

Pembedanya terletak pada seberapa banyak potensi yang kita gunakan dalam hidup kita sehari-hari.
Semua manusia berasal dari sel sperma.  Nah, sel sperma yang menjadi  manusia itu adalah sel terkuat.  Ia telah berjuang mengalahkan 200 juta sel sperma lain.  Jadi kita itu dilahirkan sebagai orang hebat dari awal penciptaan kita.
Setidaknya ada  enam  potensi hebat yang kita miliki.  Pertama, ruh.  Ruh lah yang membuat kita hidup.  Berbeda dengan batu.  Ruh adalah bagian manusia yang kekal.  Ia tidak akan mati.  Mati yang kita kenal adalah proses perpindahan ruh dari dunia fana ke dunia kekekalan.  Sang ruh tetap hidup.

Kedua, akal.  Inilah anugerah Tuhan yang membedakan dan membuat manusia lebih dari mahluk lain.  Bahkan dari malaikat sekalipun.  Akal adalah kemampuan manusia untuk membedakan hal yang benar dan salah, lalu mendorong manusia melakukan hal yang benar.

Ketiga, nafsu.  Inilah sumber keinginan tanpa batas manusia.  Ia memang punya titik lemah, yaitu mendorong manusia melakukan hal-hal yang buruk.  Tapi dengan kekuatan akal, nafsu manusia bisa dikendalikan.  Misalnya manusia punya nafsu sex.  Nah, akal akan memimpin nafsu untuk menyalurkan nafsu tersebut dengan cara yang benar.  Pernikahan.  Bukan berzina.

Keempat, otak.  Inilah potensi yang luar biasa.  Di dalamnya terdapat pikiran, emosi, kreatifitas, imaginasi, memori dan sebagainya.  Semua hal itu adalah potensi-potensi hebat.  Dengan pikiran yang tepat misalnya, kita dapat berjalan di atas bara api tanpa terluka.  Dengan adanya emosi, kita bisa menjalin hubungan baik dengan sesama mahluk Tuhan.
Kelima fisik.  Manusia telah dianugerahi fisik yang tepat.  Lihatlah hidung kita.  Lubangnya mengarah ke bawah kan?  Bayangkan bila lubang hidung kita mengarah ke atas, akan susah kalau kehujanan.  Bayangkan pula bila bibir kita ada dua atau lebih.  Satu bibir ngomong, yang lain juga ngomong.  Bingung kan?  Atau kita punya dua jenis kelamin.  Bagaimana kira-kira jadinya?

Keenam, waktu.  Tuhan memberi setiap manusia waktu yang sama.  Sehari 24 jam.  Sejam 60 menit.  Semenit 60 detik.  Waktu adalah potensi yang tidak bisa diulang.  Kita tidak bisa mengulang kelahiran kita sendiri.  Waktu terus berlalu.
Bila sekarang anda sedang membaca, maka di waktu yang sama ada yang tidur, nonton TV, belanja, dan sebagainya.  Sebaik apa kita menggunakan waktu, sebaik itu pulalah hasil yang kita dapat.  Juga sebaliknya. 

Nah, keenam potensi ini sama diberikan Tuhan pada setiap manusia.  Tinggal bagaimana kita menggunakan potensi itu.  Itulah mengapa ada orang sukses dan pecundang.  Orang sukses pasti menggunakan potensi seoptimal mungkin.  Sedang  pecundang tidak. 

2.    Kondisi yang membelenggu.

Ada banyak kondisi yang bisa membelenggu potensi manusia.  Saya menggolongkan belenggu itu dalam dua kelompok besar.  Pertama ketakutan dan keraguan.  Kedua, belenggu kondisi. 

Belenggu ketakutan dan keraguan.  Inilah belenggu utama.  Gajah berhenti berusaha lari karena ia takut jatuh lagi.  Jatuh itu menyakitkan.  Karena takut, ia belajar merasa nyaman dengan kondisi barunya.  Ia pun masuk ke zona nyaman (comfort zone). 

Setiap kita pasti merasa takut dan ragu melakukan sesuatu yang baru.  Hal baru ada di luar zona nyaman kita.  Setiap manusia pasti dilanda ketakutan dan keraguan ketika ia melangkah keluar dari zona nyamannya. 

Misalnya anda ingin mulai berbisnis.  Nah, anda pasti diserang ketakutan dan keraguan.  Anda takut rugi.  Anda takut ditolak.  Anda takut ditertawakan.  Anda takut ditentang keluarga.  Anda pun merasa ragu dengan kemampuan anda.  Anda ragu pada rekan bisnis anda dan sebagainya.

Bila anda menurutkan ketakutan dan keraguan itu, maka anda pasti tidak akan mulai.  Berkuasanya ketakutan dan keraguan pada diri manusia membuat manusia itu diam.  Tidak bergerak.  Tidak mengambil langkah apa-apa.  Tapi, begitu ia mengatasi ketakutan dan keraguannya, ia pun mulai bertindak. Pasti!

Belenggu kondisi adalah terbelenggunya potensi karena suatu kondisi.  Misalnya kondisi ekonomi, sosial, usia, pendidikan, budaya, lingkungan dan sebagainya.  Setiap kondisi mengandung belenggu.

Kondisi miskin bisa membelenggu.  “Saya miskin. Tidak punya modal.  Bagaimana bisa memulai bisnis?”  Kondisi kaya pun bisa membelengu.  “Untuk apa saya cape-cape bisnis.  Uang saya kan sudah banyak.” 

Jadi, meski kondisinya beda, tapi bisa membelenggu dengan hasil yang sama.  Dalam kasus di atas, hasilnya adalah tidak mulai berbisnis.

Usia bisa membelenggu.  “Saya sudah tua, sudah tidak bisa berpikir keras lagi”.  Itu belenggu.  Atau “Saya masih terlalu muda.  Belum berpengalaman”
Jaman sekarang pendidikan pun bisa membelenggu.  Orang yang pendidikannya rendah akan terbelenggu bila berpikir: “Saya kan tidak lulus SD, bagaimana bisa sukses?”  Orang yang pendidikannya tinggi akan terbelenggu bila berpikir: “Pendidikan saya tinggi, masa saya harus jualan jadi pedagang kaki lima?”  Jadi, kondisi apapun bisa membelenggu. 

3.    Memutuskan belenggu diri.

Dua belenggu di atas membelenggu potensi.  Bagaimana memutuskan belenggu itu?  Prinsipnya ada dua.  Pertama, optimalisasi potensi.  Kedua, pertolongan orang lain.
Optimalisasi potensi bersifat internal.  Caranya ada dua.  Pertama, BENTUK TUJUAN.  Misalnya orang miskin  yang terbelenggu kemiskinannya.  Nah, kondisi miskin itu pasti membuatnya tidak enak.  Bila kondisi tidak enak itu sudah sampai puncaknya, ia akan berpikir: ”Bagaimana saya bisa jadi kaya?”  Bila pikiran itu cukup kuat, ia akan berusaha sampai sukses.  Banyak orang super kaya tadinya adalah orang super miskin. 

Cara kedua adalah apa yang disebut MEMBINGKAI ULANG.  Contohnya orang kurang berpendidikan formal.  Ia berpikir: “Saya memang tidak lulus SD, tapi saya akan buktikan bahwa saya juga bisa sukses”.  Pikiran itu membingkai ulang kondisi miskin.  Itulah yang dilakukan Pak Andri Wongso.  Sekarang ia berhasil.  Ia menyebut dirinya SDTT TBS (Sekolah Dasar Tidak Tamat, Tapi Bisa Sukses).
Contoh lain orang kaya yang tidak mau berbisnis tadi.  Ia berpikir:”Uang saya sudah banyak.  Buat apa berbisnis?”  Nah, sang orang kaya akan mulai bisnis bila ia membingkai ulang kondisinya.  “Saya memang kaya.  Tapi kalau tidak bisnis, pasti uang saya habis.”

Ada juga orang yang dilanda ketakutan dan keraguan.  Tapi kemudian, pikirannya berbalik.  Ia berpikir:”Paling resikonya saya kehilangan uang.  Nanti juga saya dapat uang lagi.”  Itulah membingkai ulang.

Prinsip kedua adalah pertolongan orang lain.  Prinsip kedua ini sebenarnya adalah penguat cara kedua.  Orang tidak bisa ditolong oleh orang lain kecuali orang itu menolong dirinya sendiri.

Prinsip kedua ini ada dua cara praktis.  Pertama memberi ikan.  Kedua memberi jala.  Cara pertama bersifat lebih cepat.  Ia langsung mengatasi belenggu tadi.  Bila ada orang miskin, beri dia uang sesuai kebutuhannya.  Selesai.  Bila ada orang yang takut presentasi, ya sudah ambil alih oleh orang lain.  Beres.

Cara pertama ini hanya menunda masalah.  Belenggu dirinya masih ada.  Mungkin malah lebih kuat.  Sama dengan orang yang punya utang.  Ia lari terus waktu utangnya ditagih.  Dengan begitu utang tadi tidak jadi lunas kan?
Cara kedua adalah memberi jala.  Bukan ikan.  Jadi bila orang ragu dan takut bisnis, maka jangan dibiarkan ia mundur.  Tapi ajari bagaimana ia bisa mengatasi ketakutan dan keraguannya dengan menggunakan prinsip kedua.  Bangkitkan tujuannya dan bingkai ulang kondisinya.
Untuk orang yang takut berbisnis, katakan: “Bila anda tidak mulai bisnis, anda tidak akan pernah kaya.  Anda pasti mau jadi orang kaya kan?  Mau dapat penghasilan Rp. 100 juta per bulan? Mulailah bisnis!” Bangkitkan tujuan!
Atau, lakukan bingkai ulang. Katakan: “Kondisi miskin adalah kesempatan emas untuk sukses.  Banyak sekali orang super kaya yang tadinya super miskin.  Saya yakin anda adalah orang berikutnya.”

Jadi cara memberi jala adalah proses pendidikan.  Pendidikan (education), sesuai asal katanya, yaitu dari educare.  Artinya ‘mengeluarkan’.  Jadi pendidikan itu harus bisa mengeluarkan potensi manusia yang hebat itu.
Jadi, tolonglah orang lain dengan mendidiknya.  Buat (atau paksa) ia suka belajar.  Suka baca buku.  Suka diskusi.  Suka ikut seminar dan pelatihan, dan sebagainya. Tantang dia bertindak dan mencapai target.  Latih untuk menguasai kompetensi tertentu. Maafkan kesalahannya.  Puji prestasinya. 

KERANG REBUS DAN KERANG MUTIARA


 Arti Jiwa Besar bagi Orang Sukses

Ini cerita tentang kerang rebus dan kerang mutiara. Suatu kali ada seorang ibu kerang dan sepuluh anak-anaknya.  Mereka sedang bermain-main di laut.
Tiba-tiba, seorang anak kerang berteriak.  “Ibu, ibu, tolong, Bu.“ 
“Kenapa Nak?“  tanya ibunya.
“Aku kemasukan pasir, Bu. Sakit sekali”
“Tahanlah Nak.  Keluarkan saja lendirmu.    Lama-lama sakitnya pasti hilang.”
Sang anak kerang pun menuruti ibunya.  Dari hari ke hari ia kesakitan.  Ia terus kesakitan.  Tapi ia tidak mengeluh.  Ia terus mengeluarkan lendirnya menyelimuti pasir itu.
Ibu dan saudara-saudaranya yang lain ada yang menghibur sang anak kerang.  Tapi kebanyakan malah meledeknya.  Mereka mentertawakan dan nyukurin kesakitan sang kerang.  Tapi sang kerang tetap bersabar.
Lama-lama, rasa sakitnya menghilang.  Ternyata pasir yang masuk tubuhnya telah terselimuti oleh lendirnya.  Ia tidak lagi merasa sakit.  Ia pun bisa bermain-main lagi bersama ibu dan saudaranya.
Suatu hari datang nelayan.  Ia berhasil memperoleh banyak kerang, termasuk sang kerang yang kemasukan pasir tadi.  Kerang-kerang itu pun berpisah dengan ibunya.  Betapa sedihnya kerang-kerang itu.  Tapi tiba-tiba terdengar teriakan ibu kerang:
“Jangan bersedih anak-anakku.  Inilah saatnya kalian berhenti bermain.  Sekarang saatnya kalian memberi manfaat pada manusia.  Itulah tujuan hidup kalian.  Berilah manfaat yang sebesar-besarnya.“
Anak-anak kerang pun mengerti.  Mereka mentaati ibunya.  Mereka akan memberi manfaat yang terbaik bagi manusia.
Sang nelayan sampai di darat.  Ia dan istrinya memeriksa kerang-kerang itu.  Betapa senangnya ketika mereka mendapati ada satu kerang yang ada mutiaranya.  Suami istri nelayan itu pun memanggil anak-anaknya. Budi dan Diah.
“Nah Budi, Diah, ayah menemukan kerang mutiara.  Ayah akan menjualnya.  Harganya sangat mahal.  Uang hasilnya bisa kita gunakan untuk memperbaiki rumah, dan biaya sekolah kalian.“
Budi dan Diah sangat senang.  Tadinya mereka sangat sedih.  Mereka ingin melanjutkan sekolah, tapi tidak ada biaya.  Tapi sekarang, masalah itu bisa diatasi.  Mereka sangat bersyukur pada Tuhan dan berterima kasih pada sang kerang.  Meski kerang itu telah mati.  Budi dan Diah akan menguburkan sang anak kerang.  Di atasnya ada tulisan :
“Kerang Mutiara.                  Pahlawan Budi dan Diah“
Bagaimana dengan saudara-saudara sang anak kerang?  Mereka akhirnya direbus istri sang nelayan.  Mereka dijual di pasar dengan harga Rp. 100,- per buah.
Begitulah kisah kerang mutiara dan kerang rebus ini.
Apa yang bisa kita pelajari?  Ada beberapa.  Pertama:
BERANI MENAHAN KESAKITAN
Sang anak kerang berhasil menjadi kerang mutiara.  Ia berhasil memberikan manfaat yang besar bagi keluarga sang nelayan.  Itu adalah hasil sikapnya ketika tubuhnya kemasukan pasir.
Sang anak kerang kesakitan.  Tapi ia tetap bertahan.  Ia terus berusaha.  Ia tidak putus asa.  Itulah pilihan sikap yang luar biasa.  Banyak orang yang ketika ditimpa masalah, mereka lari dari masalah itu.  Masalahnya tidak selesai.  Bahkan masalah itu membesar.  Itulah akibat lari dari masalah.
Banyak orang juga yang berhenti berusaha.  Misalnya ingin jadi pebisnis sukses.  Mereka sudah mulai berbisnis.  Eh, di tengah jalan timbul masalah.  Mereka berusaha menyelesaikannya.  Tapi tidak selesai-selesai.  Akhirnya mereka menyerah.  Cita-cita ingin jadi pebisnis sukses pun terkubur dalam.
No Pain No Gain, kata orang bijak.  Kita punya juga peribahasa bagus : “Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian”. “Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.”
Setiap kita pasti ingin mempunyai nilai diri yang tinggi.  Apakah jadi pintar, kreatif, pengusaha sukses, artis terkenal, pejabat tinggi, jadi ulama besar, dan sebagainya.  Keinginan itu bagus sekali.  Anda harus mulai berusaha ke arah sana. 
Yakinlah kalau di tengah jalan anda pasti berhadapan dengan masalah.  Nah, ketika anda berhadapan dengan masalah itu, ingatlah cerita ini.  Tanyakan pada diri anda : “Saya mau jadi kerang rebus atau kerang mutiara?”
Saya yakin anda ingin jadi kerang rebus.  Karena itu, bangkitlah.  Berusaha sampai sukses.  Tahan kesakitan-kesakitan.  Jadilah manusia disiplin.  Meski disiplin itu menyakitkan, tapi hasilnya setimpal.
Makna kedua dari cerita itu adalah :
JADILAH MANUSIA TERBAIK.  MANUSIA YANG MEMBERIKAN MANFAAT TERBAIK BAGI SESAMA.
Kerang mutiara telah berjuang keras.  Ia melalui banyak rintangan.  Ia bertahan.  Karena itu, ia menjadi kerang yang bernilai tinggi.  Ketika mutiaranya di jual, harganya tinggi sekali.  Dengan nilai yang tinggi, ia bisa memberi manfaat yang tinggi pula.
Berbeda dengan kerang biasa.  Nilai mereka jauh lebih rendah dari kerang mutiara.  Karena nilainya rendah, manfaat mereka pun rendah.
Untuk itu, jadilah kerang mutiara.  Kerang mutiara memberi manfaat jauh lebih banyak dari kerang rebus. Satu kerang mutiara bisa berharga ribuan  kerang rebus.
Untuk bisa melakukan ini, kita harus punya pola pikir memberi.  Jadi, kalau ketemu orang, pertanyaan dalam benak kita adalah: “Manfaat apa yang bisa saya berikan untuk orang ini?“
Pola pikir memberi adalah pola pikir hebat.  Semua orang sukses melakukannya.  Lihatlah orang yang punya perusahaan.  Makin banyak orang yang diberi manfaat olehnya, makin sukses perusahaan itu.
Inilah salah satu rahasia orang sukses.  Ini juga rahasia kenapa tidak banyak orang sukses.  Tidak banyak orang yang  berpola pikir memberi.  Mereka berpikir sebaliknya.  “Apa yang bisa saya dapat?”
Pola pikir:”Apa yang bisa saya dapat?” adalah pola pikir orang gagal. Ia akan bertindak sesuai pikirannya.  Karena pikirannya gagal, tindakannya juga tindakan gagal.  
Kenapa disebut pikiran gagal?  Karena tidak menyenangkan berinteraksi dengan orang yang pola pikirnya begini.  Akibatnya, tidak ada yang mau bergaul dengannya.  Padahal sukses akan didapat melalui bergaul dengan orang lain.
Makna ketiga dari cerita ini adalah :
JANGAN PEDULIKAN HAL-HAL NEGATIF DARI ORANG LAIN

Ketika sang kerang kesakitan, ia diledek oleh saudara-saudaranya.  Meski pun sakit, sang kerang mutiara diam saja.  Ia tidak membalas perlakuan buruk saudaranya.  Ia hanya terus berusaha agar kesakitannya hilang.
Ini sikap yang luar biasa.  Bayangkan bila sang kerang justru membalas.  Ia marah.  Ia balas mengejek saudara-saudaranya.  Apa yang akan terjadi?  Sang kerang mutiara mungkin akan kehabisan tenaga.  Ia harus bertahan dari kesakitannya dan marah.  Sang kerang mungkin saja mati. 
Ini terjadi dengan banyak orang. Mensikapi situasi buruk dengan marah.  Misalnya anda seorang suami.  Anda pulang ke rumah dalam keadaan lapar.  Tubuh anda lemas tak bertenaga.  Ketika anda buka lemari makan, ternyata tidak ada makanan.  Apa yang akan anda lakukan pada istri anda di rumah?
Kebanyakan orang akan marah.  Entah darimana tenaga marahnya.  Tapi, ia bisa memarahi istrinya yang belum masak.  Sebenarnya ia sedang membuang-buang tenaga percuma.  Setelah marah, ia pasti merasa lebih lapar lagi.
Karena itu, berhentilah bersikap negatif pada orang lain atau suatu situasi.  Pada orang dan situasi yang negatif sekalipun.  Sikap terbaik pada orang negatif adalah justru bersikap baik.  Sikap terbaik pada situasi negatif adalah belajar dari situasi itu.
Berilah orang, yang pelit pada anda.  Tersenyumlah pada orang yang cemberut pada anda.  Sapa dan kunjungi lah orang yang memusuhi anda.  Beri hadiah.  Kata orang bijak, “Seseorang disebut kuat, bila ia bisa menahan amarahnya.“  Anda pasti mau jadi orang yang kuat, kan.
Ada satu pendapat bagus dari Aa Gym.  Kata beliau, kita harus berterima kasih pada orang yang memusuhi kita.  Kenapa begitu?  Karena, orang yang memusuhi kita adalah orang yang paling sering mengingat kita.  Hampir sama dengan orang yang mencintai kita.  Karena itu berterima kasihlah.
Jangan dengarkan hal-hal negatif dari orang lain.  Bila kita mendengarkan, maka kita akan jadi orang yang negatif pula.  “Kita adalah apa yang kita dengar“. 
Bila kita hanya mau mendengar hal-hal baik saja, maka kita hanya akan berpikir hal-hal baik.  Bila kita berpikir hal-hal baik, kita hanya mengucapkan dan melakukan hal-hal baik.  Begitu pula sebaliknya.
Hanya mendengar hal-hal baik, bukan berarti kita tidak mendengar hal-hal buruk.  Tapi, bila kita mulai mendengar hal-hal buruk, kita menjauh.  Atau kita berusaha memperbaikinya.
Misalnya, kita lagi ngobrol dengan teman-teman.  Tiba-tiba, obrolan koq jadi ngomongin keburukan teman kita yang lain.  Nah, saat itulah kita coba membelokkan kembali arah obrolan.  Bila tidak mampu, kita yang menyingkir dari obrolan itu.  Jangan malah tambah semangat.
Nah, dalam perjalanan anda menuju sukses, pasti ada orang yang justru menghambat anda.  Kata-katanya negatif.  Bukannya memberi semangat, malah melemahkan semangat.  Bukannya memberi solusi, malah memberi masalah baru.  Bukannya mendamaikan, malah ngomporin.  Nah, saya sarankan jauhilah orang-orang seperti ini.  bila anda terus berdekatan dengan orang begini, lama-lama anda akan juga jadi orang yang sama.
Hal keempat yang bisa kita pelajari :
BALASLAH PERBUATAN BAIK DENGAN PERBUATAN YANG LEBIH BAIK
Budi dan Diah, dua orang anak sang nelayan.  Kedua anak ini menguburkan sang kerang dengan tulisan yang sangat mengharukan:
KERANG MUTIARA, PAHLAWAN BUDI DAN DIAH.
Tulisan itu menunjukkan, keduanya adalah anak yang tahu balas budi.
Karena jasa kerang mutiara, mereka berdua bisa melanjutkan sekolah.  Mungkin bila tak ada kerang mutiara, pendidikan mereka akan terbengkalai.  Itulah sebabnya, mereka sangat berterima kasih pada sang kerang.  Mereka anak-anak yang tahu balas budi.  Mereka pun akan jadi ’Kerang Mutiara’.
Membalas perbuatan baik dengan perbuatan yang lebih baik adalah kunci sukses lain.  Ia terbukti manjur.  Bila anda menerima perbuatan baik dari orang lain, anda pun membalasnya dengan lebih baik.  Kira-kira apa yang akan dilakukan orang itu?  Saya yakin, ia akan memberi anda hal-hal baik lagi.  Begitu seterusnya.  Anda dan dia jadi orang baik.  Bukan hanya itu, anda dan dia AKAN MENJADI ORANG BESAR.

KEJENIUSAN DAN HIDUP VISIONER


Usaha Sungguh Akan Membangunkan Kuasa kita yang Sedang Tertidur Pulas

Menjadi Jenius atau ukuran jeniutas, tidak selalu mesti diukur dari waktu reaksi (time reaction) untuk memahami suatu konsep atau memecahkan suatu masalah. Ukurannnya tidak harus seberapa cepat kita memahaminya, Jika kita butuh 100 kali pengulangan dan itu jalan yang mengantar kita jadi jenius mengapa tidak? Buat apa kejeniusan alamiah/bawaan, tapi cepat puas dengan apa yang diraih, kemudian kemudian bermalas-malasan. Membaca sekali satu hal, karena merasa udah tahu terus pergi tidur. sementara ada orang yang merasa perlu jenius, terus saja mencoba dan mencoba, tanpa pernah mengingat sudah berapa kali dia melakukannya.

Orang ini kemudian secara tidak sadar ada proses yang membentuknya, semakin ketagihan dan mencari lagi yang lain untuk dijeniusi. Orang ini sedang memproses dirinya, memperlebar kemungkinannya untuk jadi jenius, bahkan lebih jenius dari orang yang terlahir jenius. Sebuah proses menuju jenius atau menjenius yang sangat mengasikkan, dan sebelum sampai kesana, mereka telah menemukan banyak kejeniusan yang sebelumnya tidak direncanakan, yakni keuletan, kegigihan, kesabaran, sistematika dalam bernalar, dan banyak lagi. Orang yang berproses menjadi jenius akan mendapatkan lebih banyak lagi kejeniusan sekaligus.

Thomas A. Edison membutuhkan 1000 pengulangan untuk melahirkan dirinya sebagai orang jenius, jika saja dia berhenti di percobaan yang 999, bisa dibayangkan betapa suramnya dunia ini tanpa penerangan, kita akan hidup dalam kegelapan. Dan dunia tak akan pernah mengenal adanya kejeniusan yang terpendam dalam diri manusia yang perlu dibangunkan sebagai raksasa yang sedang tertidur. Edison butuh 1000 kali untuk menemukan kesejatiannya, dunia tidak akan pernah mengenal apalagi mengenang dan memujanya jika saja dia merasa jenius pada percobaannya yang kurang dari 1000.

Edison tidak lahir bersama dengan kejeniusannya dengan membawa lampu ajaibnya, tapi menemukan kejeniusannya untuk melahirkan dirinya sebagai sosok yang mengharumkan dunia. Lampu ajaib yang telah mengubah dunia menjadi ajaib karena mengejar sesuatu yang orang anggap mustahil. Indonesia negeri yang sangat kaya secara alamiah, atau kaya dari bawaan, sayangnya orang indonesia telah merasa kaya duluan, sehingga tidak terlatih untuk menjadi kaya, sementara bangsa lain yang merasa perlu menjadi kaya, terus berlatih untuk jadi kaya, mereka bekerja siang malam hampir tak mengenal waktu, terus berinovasi mencari celah dan peluang, terus menyusun strategi untuk menemukan hukum-hukum efektifitas dan efisiensi, terus belajar untuk bisa survive bukan cuma hari ini, tapi bila perlu 100 abad kedepan.

Karena itu untuk survive mereka terbiasa menabung, sementara kita terbisa menabur dan menghamburkan, kita terbiasa hidup dengan keborosan dan membuang-buang energi secara percuma. Kita membuang waktu secara percuma, kita terlatih bangun siang sehingga waktu kita bekerja dan mencari nafkah semakin sempit, sementara bangsa lain terlatih tidur lebih larut dan bangun lebih pagi, bahkan kalau perlu mereka tidak bangun pagi tapi bangun ketika masih malam, mereka tidur dipenghujung malam dan bangun ketika malam masih ada. Mereka menciptakan waktu mereka lebih luas, sementara kita membiasakan diri menyempitkan waktu, lalu membuat apologi dan menyalahkan waktu. Mereka terlatih menyalahkan diri mereka sendiri ketika gagal meraih sesuatu, sementara kita selalu diajar untuk mencari kambing hitam, mereka terbiasa mengambil keputusan sendiri, sehingga waktu pengambilan keputusannya sangat-sangat cepat, sementara kita memerlukan 1000 kali seminar hanya untuk membuat satu rancangan undang-undang yang pada akhirnya juga dimentahkan, untuk kemudian disahkan pada saat tidak diperlukan lagi.

Mereka terbiasa berpikir jauh kedepan, 100 tahun tahun bahkan 1000 tahun, sementara kita terbiasa berpikir saat ini, karena menganggap segalanya telah tersedia dan tinggal dinikmati (itu dulu), dan sekarang baru terasa efeknya ketika segalanya telah terkuras habis. Kita terbiasa berpikir bagaimana menghabiskan, tentu kita masih sering dengar ungkapan “takkan habis hartanya 7 turunan”, kita diajar untuk menghabiskan (konsumtif) dan bukannya menghasilkan (produktif), kita tidak terbiasa berpikir bagaimana mengembangkan sehingga turunan kita yang ketujuh hartanya tetap bisa dinikmati oleh keturunannya yang ke-14 dan dan keturunan yang ke-14 tadi bisa dinikmati oleh keturunannya yang ke 28, dan seterusnya.

Kita terbiasa bermanja-manja pada alam kita yang kaya, yang mana kebiasaan itu telah memiskinkan striving of succes kita, tumbuh sebagai pribadi yang bermental cengeng, kita terbiasa terlalu banyak berharap pada sesuatu diluar kita, padahal Tuhan telah mengarunia kita kekayaan yang sama ketika lahir. Tuhan maha adil, dan maha penyanyang, hanya saja kita memang perlu terus berlatih untuk mensyukuri kekayaan Tuhan. Tentu saja bentuk rasa syukur tersebut perlu diwujudkan dengan dengan kemandirian, tidak menyusahkan orang, dan terus mengembangkan potensi Tuhan yang dititiskan kedalam diri kita.

KARAKTER: BISAKAH KITA MERUBAHNYA?


Berubah Untuk Menuju Kebaikan

Pernah lihat binatang koala?

Atau paling tidak, tahu tentu yang namanya koala.

Si koala ini adalah binatang khas dari Australia.
Dia tenar sekali disana karena bentuknya memang lucu dan mengemaskan. Coklat gelap warnanya dan wajahnya lugu banget gitu.

Si koala ini punya karakter pemalas. Menurut penelitian (& juga menurut sumber salah seorang teman saya), si koala adalah salah satu binatang paling malas di dunia ini.

Konon dia tidur 22 jam dalam sehari!

Huebat ya… Padahal dalam satu hari hanya ada 24 jam, dimana dengan kata lain, ya hanya 2 jam tok si koala bangun dan beraktifitas.

Dia hidup di batang sebuah pohon. Kalau mau makan pun dia malas bergerak dan hanya mau bergeser sedikit untuk mengambil makanan yang sudah tersedia saja di sekitar dia. Bergerak paling banyak dia lakukan hanya kalau sedang melakukan hubungan seks.

Itulah mungkin kenapa si koala kemudian mendapat titel sebagai binatang pemalas.

Ya memang begitulah karakternya… Mana bisa berubah lagi?

Tetapi bagaimana ceritanya kalau dengan karakter seorang manusia?

Apa masih berubah?

Dalam satu bulan belakangan ini saya banyak sekali mendapat kalimat yang sama dari waktu ke waktu terus-menerus, “Ya memang begitu kok karakternya. Mana bisa berubah lagi, Liz”

Dahi saya kok jadi berkerut ya.

Apa iya manusia itu bisa sama disejajarkan seperti seekor koala, yang nota bene masuk ke dalam spesies binatang, dan tidak bisa berubah?

Dahi saya tambah berkerut nih sekarang kayaknya…

Saya yakin tidak ada yang tidak mungkin dilakukan oleh seorang manusia.

Yang dibutuhkan lagi-lagi hanya seonggok, segepok, segumpal keyakinan dan kemauan. Dan saya yakin semua pasti sudah pernah mendengar kalimat tersebut sebelumnya dalam beragam percakapan, dalam beragam artikel, dalam beragam hal.

Masalahnya sekarang seberapa besar keyakinan dan kemauan kita untuk berubah??

Kalau keyakinan dan kemauan itu cukup besar, rasanya tidak ada yang tidak mungkin.

Saya tidak percaya dengan kalimat tadi, ‘Ya sudah karakter. Mana bisa berubah lagi’. Menurut saya itu adalah sebuah alasan yang dangkal sekali.

Karakter pemarah, karakter pemalas, karakter tukang ngaret, karakter defensif, karakter pembohong, karakter pembual, karakter egois, karakter kompulsif, karakter penakut, karakter depresif, karakter manipulatif dan beribu-ribu karakter lainnya SEMUA BISA BERUBAH.

Saya berani mempertaruhkan semua milik saya untuk kalimat saya tersebut : semua karakter BISA BERUBAH.

Pertanyaannya ‘hanya’lah, mau tidak si manusia itu berubah?
Kalau sudah mau berubah, pertanyaan selanjutnya (& yang paling penting) mau tidak dia berjuang untuk berubah????

Perubahan bukan hal yang mudah dan dapat dicapai dalam waktu satu malam.

Saya pun tidak pernah bilang itu akan menjadi hal yang mudah serta cepat dicapai seperti orang makan cabai lalu langsung pedas.

Perubahan itu mungkin perlu dilakukan dengan usaha yang maha gigih sedikit demi sedikit, selangkah demi selangkah, setakar demi setakar.
(Saya menyadari hal tersebut dari pengalaman pribadi).

Kebayang sudah berapa puluh tahun mungkin si karakter telah mengendap dan mengalir lancar dalam diri.
Kebayang pula sudah berapa puluh tahun kita telah terbiasa menjalankan karakter tersebut.

Seperti kalau misalnya si koala yang juga sudah turun temurun dari nenek moyang begitulah adanya. Hal yang mustahil rasanya untuk merubah si koala.

Tetapi sekali lagi, apa iya kita sama sejajar dengan si koala?
Bagaimana kabarnya dengan atribut ‘kemanusiaan’ yang melekat pada manusia seperti otak, kepintaran, intensi dan kemauan bebas?

Apa tidak ada gunanya semua untuk menghasilkan keadaan yang lebih baik?

Banyak orang mengatakan ingin berubah dan akan berubah.
Tetapi tidak banyak orang yang benar-benar berjuang mewujudkan perubahan itu.

Setiap orang juga tentunya pernah kena teguran, tamparan dan bahkan cacian.


Tetapi tidak banyak orang yang bisa belajar dari teguran, tamparan dan cacian tersebut serta menjadikannya sebagai wake up call.

Mungkin dulu pernah ada penelitian atau percobaan yang ingin membuat si koala lebih aktif, lebih gesit dan lebih banyak bergerak (he3x… mungkin lho ya. Siapa tahu memang pernah ada penelitian atau percobaan itu).

Namun tampaknya tidak sukses tuh karena si koala tetap lah si koala.

Lalu bagaimana dengan kita?

Apakah kita tetaplah kita yang sama dablek-nya dengan si koala???

Atau kita masih bisa menggunakan atribut ‘kemanusiaan’ kita untuk berjuang dan berubah menghasilkan keadaan yang lebih baik?

Saya yakin kita bisa.

Saya pribadi berharap Yang Diatas terus membimbing saya (& kita semua) untuk menggunakan atribut ‘kemanusiaan’ yang ada dengan bijak.

INSPIRASI: BELAJAR DARI GADIS KECIL DANKUPU-KUPI


 Tumbuh Berkembang melalui Kegagalan

Beberapa waktu yang lalu saya menemukan cerita tentang inspirasi yang sangat indah. Ceritanya saya lampirkan dibawah ini dengan beberapa modifikasi yang saya tambahkan:

Satu pagi ada gadis kecil berjalan-jalan di taman. Tiba-tiba dia melihat kepompong kupu-kupu lalu ia memutuskan untuk membawanya pulang supaya ia bisa melihat kupu-kupu itu keluar dari kepompongnya.

Setibanya di rumah, si gadis kecil mengamati kepompong itu dan melihat ada sedikit celah yang terbuka. Dia duduk berjam-jam sambil mengamati si kupu-kupu yang mulai mau keluar melalui celah yang kecil itu. Tapi nampaknya si kupu-kupu ini agak kesulitan mendorong tubuhnya keluar. Berkali-kali dia mencoba tapi cuma sampai setengah badan saja yang muncul. Lama-lama ia terlihat ”stuck” dan berhenti disitu.

Si gadis kecil, dengan kebaikan hatinya, memutuskan menolong si kupu-kupu. Lalu ia mengambil gunting dan mengeluarkan kupu-kupu ini dari kepompongnya. Si kupu-kupu sekarang bisa keluar, tapi badannya kecil dan sayapnya rapuh.

Si gadis kecil terus mengamati kupu-kupu ini dengan harapan satu saat sayapnya bisa jadi kuat untuk menopang badannya yang semestinya akan bertambah besar. Tapi nothing happens!

Kenyataannya, si kupu-kupu kecil ini menghabiskan sisa hidupnya dengan merangkak karena sayapnya tidak berfungsi dan badannya pun tidak tumbuh. Ia tidak pernah bisa terbang....

Si gadis kecil, dengan segala kebaikan hatinya untuk menolong, tidak mengerti bahwa kesulitan yang dialami oleh si kupu-kupu pada saat akan keluar dari kepompongnya sebetulnya adalah proses yang harus dialami sehingga si kupu-kupu bisa mendorong cairan dari tubuh ke sayapnya sehingga begitu ia terbebas dari kepompong kupu-kupu ini bisa punya sayap kuat untuk terbang.

Kebebasan bisa datang setelah kita melewati kesengsaraan. Si gadis kecil mengakhiri kesengsaraan si kupu-kupu, tapi yang terjadi adalah justru dia menghentikan pertumbuhan.

Pelajaran yang bisa ambil dari cerita diatas adalah terkadang kesengsaraan atau kesulitan kita perlukan untuk tumbuh. Berapa lamanya? Selama itu diperlukan…

Jika kita melewati hidup ini tanpa hambatan, kemungkinan besar kita akan pincang. Kita tidak akan sekuat apa yang seharusnya bisa kita capai melalui kesempatan yang kita peroleh.

Kegagalan menghasilkan pembelajaran. Berhenti berusaha karena merasa gagal merupakan tragedi. Perbedaan antara orang sukses dan orang gagal hanya satu: orang sukses tidak pernah berhenti mencoba. Mereka mencoba, mencoba, dan mencoba lagi sampai berhasil. Kata kuncinya adalah ”sampai”. Orang sukses tidak mempunyai kata gagal dalam kamus dirinya. Yang ada adalah hasil. Setiap pekerjaan pasti membuahkan hasil, entah itu hasil yang diharapkan atau hasil yang tidak memenuhi harapan. Yang jelas namanya hasil. Bagi orang gagal, hasil yang tidak memenuhi harapan dianggap sebagai kegagalan dan mereka berhenti mencoba disitu. Bagi orang sukses, yang ada hanyalah hasil. Dari sinilah mereka tumbuh dan menjadi besar.

Oleh karena itu berikanlah kesempatan kepada setiap momen dalam hidup Anda. Seperti cerita kupu-kupu diatas, berikan kesempatan kepada diri Anda sendiri untuk berkembang (melalui hambatan, kegagalan, dsb) dan jangan terlalu terburu-buru memaksakan hasil yang ingin Anda capai.

GESER ZONA NYAMAN, RAIH KEMAJUAN


Terhindar dari kemandegan dan kondisi negatif

Setiap hari, ratusan ribu orang naik kereta ekonomi Bogor – Jakarta.Saya pernah naik kereta ini pagi-pagi dari Bogor ke Lenteng Agung.Naiknya susah banget. Harus berebut.Setelah di dalam, bila mau dapat tempat duduk, juga harus berebut.Makin lama, kereta makin penuh. Banyak penumpang yang naik di stasiun-stasiun antara Bogor – Depok Jakarta.Dan sepenuh apapun kereta itu, penumpang baru masih saja bisa masuk.Dan tentu saja makin membuat gerbong kereta tambah sesak.Saya sampai tidak bisa membalik badan.360 o dari tubuh kita adalah penumpang lain.Maka keringat pun makin menganak sungai. Ditambah, angin dari luar sudah terhalang oleh penumpang yang berjubel di pintu kereta.Tentu saja terkecuali yang naik di atap kereta.

Bagaimana kalau mau keluar?Ah,... sebuah perjuangan keras juga. Saya harus bergerak perlahan-lahan membuka ruang diantara penumpang yang berjubel.Kaki terinjak atau menginjak kaki penumpang lain sudah biasa.

Tapi, ada yang membuat saya kagum.Banyak penumpang yang bisa mengobrol, bercanda dan tertawa terbahak-bahak di tengah situasi yang sangat tidak nyaman tersebut.Bahkan ada yang bisa main kartu!Luar biasa...

Saudara yang baik, itulah salah satu contoh zona nyaman yang negatif. Kondisi di kereta itu tidak nyaman (negatif).Tapi ratusan ribu orang toh terus saja naik kereta ekonomi tersebut.Kenapa?Karena kondisi tidak nyaman tersebut telah diadaptasi dan ditoleransi.Setelah itu menjadi kebiasaan.Setelah biasa, maka kondisi tersebut lalu menjadi kondisi yang nyaman.Jadilah kondisi tidak nyaman tersebut menjadi kondisi nyaman.

Jadi, apa itu zona nyaman? Ia adalah kondisi yang :

   1. diketahui
   2. terbiasa dialami / dilakukan
   3. ditoleransi
   4. diterima
   5. dirasa layak

bagi seseorang / sekelompok orang.  Jadi, meskipun kondisi dalam kereta itu sebenarnya tidak nyaman, tapi karena kondisi itu sudah diketahui, setiap hari dialami (terbiasa), ditoleransi, diterima, dan dirasa layak menurut para penumpangnya bagi mereka, maka jadilah ia sebuah zona nyaman.

Kondisi di luar 5 aspek diatas disebut sebagai zona tidak nyaman.Kenapa tidak nyaman?Terutama karena kondisi tersebut tidak diketahui.Anda sangat mungkin merasa tidak nyaman (takut) untuk memasuki sebuah daerah yang sama sekali baru untuk anda, kan?

Alam Sadar dan Bawah Sadar  Sesuatu yang diketahui, terbiasa, ditoleransi, diterima dan dirasa layak oleh seseorang akan masuk ke alam bawah sadarnya.Itu sebabnya, zona nyaman berada di alam bawah sadar seseorang.

Alam sadar berbeda dengan alam bawah sadar. Bila setiap penumpang kereta ekonomi itu ditanya, : "Apakah anda ingin menggunakan alat transportasi yang lebih baik?"Pasti banyak yang menjawab :"Ya, saya ingin".Kenapa?Karena keinginan berada di alam sadar manusia.

Contoh lain adalah perokok.Setiap perokok tahu bahwa merokok itu buruk bagi kesehatannya.Dan bila ditanya apakah mereka ingin berhenti, pasti banyak yang menjawab ingin berhenti.Tapi kenapa keinginan itu jarang sekali yang terjadi?Karena merokok untuk mereka telah nyaman dilakukan.Pengetahuan akan buruknya rokok dan keinginan untuk berhenti merokok dikalahkan oleh kenyamanan merokok itu.

Alam bawah sadar seseorang sembilan kali lebih kuat dibanding alam sadarnya.

Secondary Gain (Keuntungan Sekunder).  Sebuah zona nyaman pastilah memberikan keuntungan.Nah, dalam kasus kereta ekonomi di atas,secara primer sebenarnya, kondisinya merugikan (tidak nyaman).Tapi ternyata, kondisi tersebut justru memberikan keuntungan.Apa itu?Harga tiket yang murah, bisa bertemu dengan teman sependeritaan, adalah dua diantara keuntungan sekunder itu.Begitu besarnya keuntungan sekunder itu, sampai kenikmatannya mengalahkan kerugian dari kondisi primernya.

Secondary gain juga dirasakan oleh orang yang sakit, tapi banyak dijenguk oleh teman-temannya dan banyak mendapat hadiah.Kondisi primernya sebenarnya sakit.Tapi ia mendapat keuntungan sekunder berupa perhatian dan hadiah.Keuntungan sekunder ini bisa membuat orang sakit justru jadi betah dalam kondisi sakitnya.Hal ini bisa membuatnya tidak sembuh-sembuh.

Dua Zona Nyaman : Positif dan Negatif.  Contoh zona nyaman di atas adalah zona nyaman negatif.Bagaimana dengan zona nyaman positif?Ya jelas, zona nyaman positif adalah kondisi nyaman yang sesungguhnya.Dalam kasus berangkat kerja dari Bogor ke Jakarta, zona nyaman positif diwakili oleh orang yang naik mobil bagus ber-AC, disupiri, bisa dengerin acara radio favorit, bisa makan minum dan tidur pula.Nyaman kan?

Dua zona nyaman ini, meski yang satu positif dan yang lain negatif tetap saja memberikan kenyamanan bagi pelakunya.Bila harus berubah, kedua-duanya akan merasa tidak nyaman.

Batas Atas dan Batas Bawah.  Sebuah zona nyaman dibatasi dua batas. Batas atas dan batas bawah.Batas bawah adalah kondisi nyaman minimal.Sedang batas atas adalah kondisi nyaman maksimal.Contohnya begini.Seorang sarjana yang baru lulus (fresh graduate) ketika mencari kerja biasanya punya kisaran gaji yang diinginkannya.Misalnya berkisar antara Rp. 2 juta sampai Rp. 5 juta.

Bila ada sebuah pekerjaan yang gajinya Rp. 1,9 juta, maka sang sarjana tidak akan mau menerimanya.Karena gaji tersebut di bawah kondisi nyaman minimalnya.Kalaupun ia terima, pasti ia menerima pekerjaan itu dengan terpaksa dan perasaan yang tidak enak, tidak puas, tidak nyaman. Dan, bila ada pekerjaan yang gajinya Rp. 6 juta, maka sang sarjana tidak akan mengirimkan lamaran untuk pekerjaan itu juga.Kenapa?Bukankah gaji Rp. 6 juta lebih tinggi dari Rp. 5 juta?Iya, lebih tinggi.Tapi justru karena itulah ia menghindarinya.Karena ia merasa dirinya tidak pantas untuk gaji sebesar itu. Kenapa merasa tidak pantas?Karena gaji tersebut lebih tinggi dari batas atas zona nyamannya.

Contoh lain begini.Seorang pengusaha punya zona nyaman omset bisnis dengan batas atas Rp. 1 Milyar.Ia menargetkan mencapai omset tersebut dalam 3 bulan.Lalu omset tersebut tercapai dalam 2 bulan.Apa yang akan dilakukan sang pengusaha sebulan terakhir?Tepat sekali.Bersantai dan menikmati kesuksesannya.Ia akan merasa sangat bangga dengan prestasinya itu.Dan ia baru akan bekerja keras lagi di akhir bulan ketiga atau di awal bulan keempat.

Mungkinkah di awal bulan ketiga itu sang pengusaha tetap bekerja seperti bulan-bulan sebelumnya?Mungkin.Bila ia sadar akan batas atas zona nyamannya dan segera meningkatkan batas atas tersebut.

Contoh lain berkaitan dengan jodoh.Setiap orang di alam bawah sadarnya, telah menetapkan jodoh yang layak untuk dirinya.Kelayakan itu pun ada batas bawah dan batas atasnya.Ia tidak akan menerima jodoh yang dibawah batas bawahnya.Yang menarik, ia juga cenderung menolak berjodoh dengan lawan jenis yang kondisinya berada di atas batas atasnya.

Hal ini menerangkan mengapa banyak orang miskin yang berjodoh dengan orang miskin lagi dan orang kaya berjodoh dengan orang kaya lagi.Karena sesama orang miskin punya batas-batas zona nyaman yang relatif sama.Demikian pula dengan orang kaya.

Mengapa para artis banyak yang berpacaran atau menikah dengan artis lagi?Karena zona nyamannya sama.Berbagai kesamaan ini lah yang saling menarik satu sama lain.

Kenapa Susah Keluar dari Zona Nyaman?  Seorang yang terbiasa naik mobil, jelas akan tidak nyaman bila harus naik angkutan kota (angkota).Dan sebaliknya.Orang yang telah terbiasa (nyaman) naik angkota akan merasa tidak enak bila naik mobil ber-AC.Dua orang ini keluar dari zona nyamannya.

Sama seperti anda sekarang, yang tidak nyaman membaca kata "angkota", karena anda telah nyaman mengenal transportasi umum ini sebagai "angkot".Iya kan?

Nah, orang yang keluar dari zona nyaman akan :

   1. Merasakan sebuah perasaan tidak enak.
   2. Kehilangan kenikmatan (kenyamanan) yang terbiasa dirasakan di zona nyaman.
   3. Membandingkan kondisi baru yang dimasukinya dengan zona nyamannya dahulu.
   4. Terancam (takut) karena berinteraksi dengan hal yang tidak diketahuinya.
   5. Ditarik kembali ke zona nyamannya.

Itulah sebabnya mengapa susah keluar dari zona nyaman. Karena kenyamanannya, zona nyaman itu mempunyai daya tarik yang sangat hebat.Meski zona baru menjanjikan kondisi yang lebih baik, tapi kondisi lebih baik itu kan baru janji, bukan fakta.Sedangkan zona nyaman adalah fakta yang telah dirasakan.Zona baru pun berbentuk zona yang belum diketahui benar kondisinya seperti apa.Nah, ketidaktahuan ini lah yang menimbulkan ketakutan.Dan manusia punya naluri untuk menghindari apa yang ditakutinya.

Menggeser Zona Nyaman  Satu-satunya cara meraih kemajuan hidup adalah dengan menggeser zona nyaman.Geser batas atas zona nyaman anda ke tingkat yang lebih tinggi.Begitu juga dengan batas bawahnya.Misalnya anda pebisnis dengan omset minimal Rp. 1 Milyar dan omset maksimal Rp. 10 Milyar.Bila anda ingin tambah maju, maka langkah pertamanya, secara mental anda geser dulu batas-batas zona nyaman tersebut. Misalnya batas atasnya jadi Rp. 20 Milyar (Naik 100%) dan batas bawahnya jadi Rp. 10 Milyar (Naik 1000%).

Dengan begitu, kondisi nyaman tertinggi anda yang sekarang (Rp. 10 Milyar), justru menjadi kondisi nyaman terendah.Bahkan akan lebih baik, bila batas bawah itu di atas Rp. 10 Milyar.Dengan begitu, kondisi nyaman anda akan berubah menjadi tidak nyaman.Anda akan menghindari kondisi tidak nyaman tersebut menuju kondisi nyaman kembali.Begitu seterusnya.

Contoh zona nyaman finansial di atas, memang sedikit lebih rumit bila anda seorang karyawan.Tapi prinsipnya tetap sama.Karena itu, bila anda ingin dipromosi, buatlah diri anda tidak layak di posisi anda sekarang.Layakkan diri anda di posisi yang ingin anda capai.Seorang manager yang ingin menjadi direktur, harus mulai berpikir, berkata-kata, bersikap, berkomunikasi, bekerja seperti seorang direktur.Maka lingkungannya akan menganggap dia tidak lagi pantas jadi manajer.Kemudian, lingkungan (bawahan, rekan kerja, atasan, keluarga, teman, mitra, dsb) akan mendorong atau memutuskan dirinya untuk menduduki jabatan yang layak untuknya, direktur.Tapi, jangan lupa juga dengan kinerja hari ini.Kinerja seorang yang sudah pantas jadi direktur tentu berbeda dengan kinerja seorang yang pantas jadi manajer.Konkritnya, standar kerja jabatan manajer itu akan terlalu sering dilampaui.Sama dengan seorang mahasiswa yang harus mengerjakan soal siswa Sekolah Dasar.Bukan hanya selesai soalnya, tapi juga terlampaui standarnya.Terutama standar waktunya.

Pergeseran batas bawah lebih penting dari batas atas.  Menggeser batas bawah jauh lebih penting dari menggeser batas atas.Ini berkaitan dengan naluri dasar manusia.Manusia lebih terdorong oleh kondisi yang tidak nyaman dibandingkan keinginan untuk nyaman.Seorang perokok yang telah divonis mati oleh dokter bila terus merokok, dipastikan akan berhenti merokok.Bandingkan dengan keinginan berhenti merokok hanya karena tahu buruknya merokok.Pengetahuan buruknya merokok itu belum menjadi kenyataan.Jadi, ketika akhirnya menjadi kenyataan, maka pengaruhnya akan sangat hebat.Kenapa?Karena kondisi buruk itu sudah terasa, sedangkan tahu saja kan belum terasa.

Dalam kasus pengusaha di atas. Mematok batas bawah di atas Rp. 10 Milyar (Rp. 13 Milyar misalnya), membuat Rp. 10 Milyar tidak lagi nyaman.Karenyanya, ia akan menghindarinya dengan cara meraih yang lebih tinggi dari Rp. 10 Milyar.

Kebanyakan kegagalan disebabkan gagalnya untuk merasa tidak nyaman dengan kondisi buruk yang kita alami dan rasakan.Bukannya berusaha keluar dari kondisi buruk tersebut, banyak orang yang justru memilih untuk mentoleransi, menerima, membiasakan diri, dan akhirnya merasa layak dengan kondisi buruk tersebut.Dengan kata lain memasukkan kondisi buruk tersebut ke dalam zona nyamannya.Dan kemajuan pun hanya menjadi angan-angan.

Itu penyebab utama orang miskin sangat susah dari keluar dari kemiskinannya. Zona nyamannya terus menarik dia kembali ke zona nyaman.Bila tekadnya lemah, maka kekuatan zona nyaman menjadi tak terelekkan.


Alat-alat Menggeser Zona Nyaman.  Berikut alat-alat yang telah ada pada diri anda dan bisa digunakan untuk menggeser zona nyaman:

   1. Bird Eye View (Pandangan Mata Burung)  Bird Eye View adalah alat untuk membuat anda menjadi observer (pengamat) atas diri anda sendiri.Dengan begitu, anda akan tahu kondisi anda yang sesungguhnya seperti apa.

Alat ini berguna untuk membuat anda jadi tahu zona nyaman anda dan batas-batasnya.

   2. Basic Consciousness (Kesadaran Dasar)  Kesadaran akan muncul ketika anda membenarkan hasil pengamatan anda tadi dan mengakuinya secara jujur.Kesadaran seperti ini saya sebut sebagai kesadaran dasar.Kesadaran dasar adalah alat untuk bisa meningkatkan tingkat kesadaran anda.

Alat ini berguna untuk membuat anda mengakui dan menerima kondisi zona nyaman anda apa adanya dan tidak mengingkarinya (denial)

   3. Freewill (Kehendak Bebas)  Kehendak bebas adalah kemampuan anda untuk menentukan apa yang anda kehendaki dan membebaskan diri dari berbagai belenggu norma-norma kebiasaan.

Alat ini berguna agar anda dapat menetapkan batas-batas zona nyaman anda yang baru.

   4. Belief (Keyakinan)  Keyakinan adalah apa yang anda anggap benar.

Keyakinan berguna agar anda tetap teguh dengan keputusan anda membuat batas-batas baru dan terlepas dari keraguan yang melemahkan.Alat ini benar-benar anda perlukan karena batas-batas baru tersebut mungkin suatu hal yang tidak anda ketahui.For something you don't know, you need to belief it.

   5. Value (Nilai)  Nilai adalah apa yang anda anggap benar dan penting (Keyakinan yang dipentingkan).Nah, buatlah batas-batas zona nyaman anda yang baru sebagai sebuah nilai.Buat batas-batas tersebut sebagai hal yang penting untuk anda.Cirinya, anda akan merasa tidak nyaman ketika hal yang penting untuk diri anda itu anda ingkari.

   6. Action (Tindakan)  Tindakan adalah alat mengubah freewill, belief dan value menjadi sebuah fakta kebenaran (truth).Buat rencanapencapaian.Mulailah beraksi dari yang anda bisa dan punya.Bukan dari yang anda tidak bisa dan tidak punya.Setelah mulai bertindak sesuai dengan yang anda bisa, teruslah belajar hal-hal yang anda tidak bisa.Dengan begitu, kebisaan anda bisa meningkat.

ALIHKAN FOKUS ANDA PADA "LET GO"



Shift Your Focus to Let Go, NOT to What You Want

Saat kita mencoba mengerjakan sesuatu dengan niat yang terfokus (focused intent), yang terjadi kita menggunakan conscious mind (otak kiri). Hal ini membatasi kita untuk mengakses unconscious mind (right brain) yang memiliki kemampuan processing bermilyar-milyar kali lebih cepat dibanding si conscious.


Dalam banyak buku self-help sering diterangkan bagaimana kita membuat intent (niat) untuk mencapai apa yang kita inginkan. Selama ini banyak orang yang beranggapan intent sebagai “something that we want to happen”. Oleh karena itu conscious mind kita berusaha mencari intent yang positif dan membahagiakan.

Seringnya kita diajari bagaimana membuat intent yang sifatnya 3P: Positive, Precise, Present. Jadi intent didefinisikan diawal dan diusahakan untuk terjadi karena kita percaya skenario seperti itu yang paling bagus. Intent seperti ini bisa saja berhasil. Namun biasanya saat tidak berhasil, kita mungkin merasa gagal dan berpikir ada proses yang salah.

Conscious mind kita memiliki kemampuan terbatas. Hanya mampu memproses 5-10% dari realita yang terjadi. Oleh karenanya, intent yang kita definisikan dari conscious mind bersifat limiting (membatasi). Kita cenderung fokus pada apa yang kita inginkan. Disitu ada wanting (keinginan) dan expectation (harapan), yang apabila tidak terpenuhi bisa menimbulkan kekecewaan dan rasa frustasi. Akhirnya kita merasa tidak berdaya karena gagal mencapai yang kita inginkan.

Mendefinisikan intent dari conscious mind memberi kesan seolah-olah kita tahu yang terbaik, padahal barangkali ada lagi yang lebih baik kalau kita bersedia untuk let go (berserah diri).

Untuk mengakses the power of Unconscious Mind, fokus kita bukan pada “apa yang kita inginkan” tapi justru pada “let go”. Dengan let go kita melepaskan diri dari expectation tentang bagaimana segala sesuatunya mesti terjadi. Lantas kita pun membuka diri untuk menerima skenario lain yang lebih baik dibanding skenario yang kita pilih. Let go mengizinkan kita untuk bersyukur dalam menerima apa yang kita inginkan dan juga merasa nyaman untuk menerima seandainya yang kita inginkan itu tidak terjadi. Dalam kondisi ini kita tidak merasa powerless atau gagal.

Unconscious mind memiliki kemampuan processing bermilyar-milyar kali lebih cepat dibanding si conscious. Melalui let go kita mengaktifkan unconscious mind yang memiliki akses ke infinite potentials (potensi tak terbatas) di alam raya ini.

Bagaimana caranya kita fokus pada let go, bukan pada apa yang kita inginkan?

Misalnya Anda sedang mengalami kesulitan finansial. Fokus Anda bukan pada intent yang 3P, dimana Anda ingin Rpxxxx uang misalnya. Anda cukup bertanya, misalnya: “Seandainya kondisi finansial saya berbeda, apa yang saya rasakan?” Jadikan pertanyaan ini sebagai INTENT. Lantas observe (perhatikan) apa yang BERBEDA - bukan apa yang sama - dari feeling Anda. Tanyakan sekali lagi, misalnya: “Seandainya keinginan saya untuk punya uang tidak ada, bagaimana rasanya?”. Perhatikan feeling yang berbeda dan rasakan.

Barangkali Anda lantas merasa ada kelegaan di hati. Anda mungkin melihat gambar balok es mencair. Barangkali Anda mendengar suara yang bilang "sebentar lagi kamu kaya". Apa saja, yang jelas tanpa dibuat-buat. Melalui hati, rasakan seolah-olah apa yang Anda inginkan sudah terjadi sekarang. Perhatikan dan rasakan semua ini kemudian LET GOOOOOOOOOOO.

Seorang teman mempraktekkan ini dan beberapa jam kemudian dia memperoleh uang beberapa juta. Jauh melampaui “wildest imagination”nya, karena expectationnya sudah di let go. Seorang teman lain sembuh dari penyakit yang sudah menahun. Hanya cukup dengan bertanya dan let go.

Intinya: fokus kita bukan pada apa yang kita inginkan, tapi pada let go. Izinkan unconscious mind kita yang dengan multi-processor nya bekerja tanpa diganggu oleh kekhawatiran atau dan keragu-raguan.

Sabtu, 14 April 2012

ADAM KHOO, DICAP BODOH, TAPI SUKSES LUAR BIASA

Mengubah Mitos jadi Kenyataan

Saya berkenalan dengan Adam Khoo via Pak Tung Desem Waringin.  Persisnya lewat buku Pak Tung: “Financial Revolution.“  Di buku hebat itu, Pak Tung memberi contoh kesuksesan Adam Khoo.  Saya kemudian sangat beruntung bisa membeli buku Adam Khoo sendiri : ”Master Your Mind, Design Your Destiny”

Adam Khoo, orang Singapura.  Waktu anak-anak, ia adalah penggemar berat games dan TV.  Sehari, ia bisa berjam-jam di depan TV.  Baik main PS atau nonton TV.

Adam Khoo pun dikenal sebagai anak bodoh.  Ketika kelas empat SD, Ia dikeluarkan dari sekolah.  Ia pun masuk ke SD terburuk di Singapura.  Ketika akan masuk SMP, ia ditolak oleh enam SMP terbaik di sana.  Akhirnya, ia bisa masuk ke SMP terburuk di Singapura.

Di awal SMP, kebiasaan Adam tidak berubah.  Akibatnya, ia mendapat peringkat 10 terburuk.  Bayangkan saudara, menjadi peringkat 10 terburuk di SMP terburuk.  Bagaimana buruknya itu.

Usia 13 tahun, ia mengikuti suatu program dari Ernest & Young.  Dalam program itu, ia belajar apa yang namanya Neuro Linguistic Programme  (NLP), Accelerated Learning, dan sebagainya.

Program ini benar-benar bermanfaat bagi Adam.  Ia mulai mempraktekkan keterampilan barunya.  Apa yang ia lakukan setelah kembali ke sekolah?

Pertama ia menulis tujuannya.  Ia akan lulus dari SMP tersebut dengan nilai A semua.  Ia akan masuk ke Victoria Junior College.  SMU terbaik di Singapura.  Adam kemudian melakukan tindakan gila.  Ia umumkan tujuannya itu di depan kelasnya.  Apa yang terjadi?  Ia ditertawakan seluruh isi kelas.  Termasuk gurunya sendiri.

Bila anda jadi gurunya, anda pun mungkin melakukan hal yang sama.  Bagaimana mungkin seorang yang berada di urutan 10 terburuk di SMP terburuk ingin lulus dengan nilai A semua dan masuk ke SMU terbaik.

Tapi Adam tidak bergeming.  Tertawaan dan cemoohan guru dan teman-temannya ia jadikan sebagai sumber semangat.  Ia pikir, bila ia tidak bisa membuktikan kata-katanya, ia akan lebih ditertawakan lagi.

Karena itu, Adam berusaha keras.  Ia gunakan semua cara belajar hebat yang ia dapat dari program Ernest &  Young.  Hasilnya luar biasa.  Adam mulai bisa menjawab pertanyaan di kelas.  Meski ia tetap ditertawakan karena membuat catatan pelajaran dengan cara yang beda dan aneh.  Ia gunakan peta pikiran yang penuh dengan gambar dan simbol untuk mencatat.

Akhirnya keras keras dan tekad baja Adam membuahkan hasil.  Ia lulus dari SMP itu dengan nilai A semua.  Ia berhasil masuk ke Victoria Junior College.  Di SMU terbaik ini pun, Adam tetap menjadi yang terbaik.  Ia lulus dari Victoria Junior College dengan nilai A semua dan sebagai lulusan terbaik.

Adam pun masuk ke National University of Singapore (NUS).  Universitas terbaik di Singapura.  Di NUS, ia berhasil masuk ke NUS Development Program.  Inilah program bagi mahasiswa Top One Percent.  Mahasiswa dengan prestasi akademis yang sempurna.  Program bagi para jenius.  Dari NUS, Adam lulus juga sebagai lulusan terbaik.

Itulah kesuksesan Adam di dunia akademisnya.  Bagaimana dengan dunia bisnis?  Prestasi Adam di dunia bisnis ditandai pada saat Adam berusia 26 tahun.  Ia telah memiliki empat bisnis dengan total nilai omset per tahun US$ 20 juta.
 
Kisah bisnis Adam dimulai ketika ia berusia 15 tahun.  Ia berbisnis music box.  Bisnis berikutnya adalah bisnis training dan seminar.  Pada usia 22 tahun, Adam Khoo adalah trainer tingkat nasional di Singapura.  Klien-kliennya adalah para manager dan top manager perusahaan-perusahaan di Singapura.  Bayarannya mencapai US$ 10.000 per jam.

Nah, sekarang mari kita merenung.  Apa sebenarnya yang terjadi dengan Adam Khoo.  Bagaimana seorang anak yang dicap bodoh, hobinya nonton TV dan main games bisa meraih sukses seperti itu?  Sukses yang mungkin sekali tidak diraih oleh teman-teman seangkatannya.  Teman-teman yang di SD-nya pintar?

Saya mencatat, ada tiga hal besar yang menjadi kunci sukses Adam Khoo.  Tiga kunci sukses ini pun yang menhantarkan siapapun meraih sukses.  Nah, sebutlah orang sukses yang anda kenal.  Dan perhatikan, bagaimana kondisi tiga hal berikut ini pada diri orang sukses itu:

1. Tujuan yang Jelas
2. Keyakinan yang Benar dan Kuat
3. Aksi yang tepat

Mari kita bahas satu per satu:

1. Tujuan yang Jelas
 Tujuan Adam jelas.  Ia ingin mendapat nilai A untuk semua mata pelajarannya.  Ia pun sangat jelas menginginkan masuk ke Vistoria Junior College dan National University of Singpore.  Ketika berbisnis, Adam pun membuat tujuan yang jelas.  Ia menetapkan berapa penghasilan yang ingin ia peroleh.

Tujuan yang jelas mempunyai kekuatan yang luar biasa.  Dengan tujuan yang jelas, orang ‘bodoh’ lainnya, Thomas Alva Edison berhasil menemukan bola lampu dan mempatenkan 1000 lebih inovasi.  Tujuan itu lah yang membuat Edison bisa bertahan pada setiap kegagalan yang terjadi.  Ia gagal dalam mencoba 10.000 jenis logam untuk bola lampunya.  Bukannya menyerah, Edison justru mengatakan :”Saya tidak gagal 10.000 kali.  Saya telah sukses 10.000 kali untuk mengetahui jenis logam yang tidak berfungsi.

Saya yakin anda ingin sukses.  Langkah pertama menuju kesana adalah TETAPKAN dan TULISKAN TUJUAN ANDA.  Buat tujuan yang jelas.  Misalnya pendapatan.  Jangan buat tujuan :  “Saya ingin mempunyai pendapatan sebesar-besarnya”  kenapa begitu?  Karena tujuan di atas tidak jelas.  Untuk merubahnya menjadi jelas, anda cukup mengganti sebesar-besarnya dengan angka yang anda kehendaki.  Misalnya Rp. 100 juta per bulan.  Jadi tulisan tujuan anda akan menjadi: “Saya ingin mempunyai pendapatan Rp. 100 juta per bulan.”

Jangan juga gunakan kata “tidak”.  Jangan membuat tujuan : “Saya tidak mau miskin lagi”  tujuan ini, meski benar, tapi menggunakan kata-kata yang negatif.  Jadi aroomanya juga negatif.  Dan sering kali apa yang tidak diinginkan itu justru benar-benar terjadi.  Kalau anda bila tidak mau miskin, mungkin anda akan tetap miskin.  kenapa begitu?  Karena otak anda hanya merekam kata miskin itu. 
Contoh mudah begini.  Sekarang, saya harap anda bisa membaca kalimat di bawah ini dan melakukannya:

“JANGAN BAYANGKAN SEEKOR MONYET YANG SEDANG NAIK SEPEDA”
Apa yang terjadi?  Apakah anda justru membayangkan monyet yang sedang naik sepeda?  Padahal tulisan di atas justru melarangnya.
Hal sama terjadi dengan peringatan : “Jangan Membuang Sampah di Sini“.  Apa yang terjadi di areal dengan tanda peringatan itu?  Banyak sampahnya, pasti.

Supaya lebih jelas, buat juga tujuan anda dengan batasan waktu tertentu.  Misalnya: “Saya ingin mempunyai pendapatan Rp. 100 juta dalam enam bulan ke depan.”

Tujuan yang tajam seperti ini sangat berguna.  Apa gunanya?  Ia akan memaksa pikiran anda untuk benar-benar memikirkan cara yang efektif untuk mencapainya.  Artinya anda berpikir lebih keras lagi.  Pikiran yang lebih keras akan memaksa tindakan yang lebih keras juga.  Tindakan yang yang lebih keras akan mendatangkan hasil yang lebih baik juga.

Misalnya sekarang, ketika anda baca buku ini.  Katakanlah anda membacanya di rumah.  Nah, sekarang praktekkan apa yang tertulis di bawah ini:

ANDA HARUS LONCAT DAN MENYENTUH PLAFON.

Apa yang anda pikir?  Kemungkinan besar anda akan berpikir: Tidak mungkin saya bisa loncat dan menyentuh plafon di atas itu.  Oke.  Tidak apa-apa.

Sekarang, praktekkan lagi apa yang tertulis di bawah ini:

“ANDA HARUS LONCAT DAN MENYENTUH PLAFON.  KALAU TIDAK BISA, ANDA AKAN DITEMBAK MATI.”

Bila benar-benar sebuah pistol menempel di pelipis anda dan siap ditembakkan, apa yang akan anda pikirkan?  Kemungkinan besar anda akan berpikir jauh lebih keras dari kasus yang pertama tadi. 

Anda tidak ingin kehilangan nyawa anda.  Karena itu anda berpikir lebih keras.  Setelah itu anda mungkin berpikir :”Oh, saya taruh kursi ini di meja.  Saya naik ke atas kursi.  Setelah itu saya loncat.  Pasti bisa menyentuh plafon.” 
Nah, anda dapat jawabannya.  Itu karena anda berpikir lebih keras.  Meski sebabnya bukanlah sesuatu yang anda inginkan.  Bahkan itu adalah sesuatu yang menakutkan.

Itulah hebatnya tujuan yang jelas.  Ia bisa menggerakkan seseorang.  Ia memotivasi  orang.  Motivasi penting.  Tanpa motivasi, manusia akan seperti zombie.  Mayat berjalan.

Tujuan itu ada dua.  Pertama, mendapat kesenangan.   Kedua, menghindari derita.  Survei membuktikan bahwa tujuan yang kedua (menghindari derita) jauh lebih kuat dari tujuan yang pertama (mendapat kesenangan).

Contoh mudahnya begini.  Mana yang lebih berpengaruh pada anda?  Mendapat uang Rp. 10 juta?  Atau kehilangan uang Rp. 10 juta?  Saya yakin sekali, anda akan lebih terpengaruh oleh kehilangan uang Rp. 10 juta itu.

Itulah sebabnya, banyak orang kaya berasal dari orang miskin.  Mereka telah merasakan sakitnya miskin.  Mereka tidak mau terus sakit.  Itu sebabnya mereka berjuang habis-habisan keluar dari kemiskinan. 

Tapi, banyak juga orang miskin yang ‘betah’ dalam kemiskinan.  Sampai akhirnya mereka meninggal dalam keadaan miskin.  Rasa sakit karena miskin itu tidak cukup kuat untuk membuat mereka berjuang habis-habisan. Mereka telah belajar untuk ‘menikmati’ rasa sakit karena miskin. 


2. Keyakinan yang Benar dan Kuat
 Adam Khoo sukses salah satunya karena ia merubah keyakinannya.  Ketika ia dicap bodoh, ia yakin bahwa ia bodoh.  Ia pun melakukan hal-hal bodoh.  Terlalu banyak nonton TV dan main games.

Tapi hasil pelatihannya menunjukkan bahwa keyakinan itu SALAH BESAR.  Ia pun mulai membangun keyakinan yang BENAR BESAR. 

Keyakinan yang benar itu adalah bahwa ia justru orang yang sangat cerdas. Ia pun meninggalkan tindakan bodohnya.  Ia melakukan hal yang benar.  Hasilnya luar biasa.  Adam bisa merubah peringkatnya.  Dari peringkat 10 terburuk jadi terbaik.

Itulah hebatnya keyakinan.  Itu pula sebabnya mengapa semua orang sukses mempunyai keyakinan seperti Adam Khoo.  Keyakinan yang benar dan kuat.

Semua orang bisa sukses adalah keyakinan yang benar. Sukses tidak ditentukan oleh jenis kelamin, warna kulit, pendidikan, usia, agama, ras, suku, orang tua, bangsa, lokasi, dan sebagainya.  Sukses hanya ditentukan oleh tiga hal besar.  Tiga hal yang sedang kita bahas ini.  Tujuan, keyakinan, aksi.

Karena itu, mulai sekarang, bangunlah keyakinan yang benar.  Apa pun, siapa pun, bagaimana pun situasi dan kondisi anda.  Anda bisa sukses.  Saya malah yakin, setiap anda ditakdirkan sukses.

Keyakinan juga harus kuat.  Keyakinan salah tapi kuat akan mengalahkan keyakinan benar tapi lemah.  Misalnya anda yakin bahwa anda bisa sukses.  Tapi orang-orang sekeliling anda mengatakan sebaliknya. 

Nah, mana yang lebih kuat pengaruhnya?  Keyakinan benar anda atau  keyakinan salah orang-orang di sekeliling anda?  Bila anda tetap bertahan pada keyakinan anda, berarti keyakinan anda kuat.  Bila anda mengikuti orang-orang di sekeliling anda, berarti keyakinan anda yang benar itu ternyata lemah.

Ada satu hal yang harus saya peringatkan berkaitan dengan keyakinan, yaitu:

Jangan Memaksakan Keyakinan Anda Pada Orang Lain Yang Berkeyakinan Berbeda.

Jadi, anda hanya mengungkapkan keyakinan anda sendiri.  Alasan-alasan keyakinan anda. Dan anda selalu siap mendengarkan keyakinan orang lain yang beda itu.  Jadikan perbedaan keyakinan itu sebagai berkah. 

Jangan meributkan perbedaan keyakinan itu.  Lebih baik anda mencari persamaan dengan orang lain.  Pasti lebih banyak manfaatnya.  Baik bagi anda maupun orang lain.  Misalnya beda keyakinan. Tapi tujuan sama.  Anda tinggal ucapkan: “Sampai jumpa di tujuan kita, ya.“


3. Aksi yang tepat
 Tujuan yang jelas, keyakinan yang benar dan kuat memerlukan aksi yang tepat.  Tujuan yang jelas tanpa aksi yang tepat percuma saja.  Sang tujuan pasti tidak tercapai. 

Misalnya anda menetapkan tujuan: “Mendapat pendapatan Rp. 10 juta per bulan“.  Tapi setiap hari anda hanya nonton TV.  Pasti tujuan jelas anda itu tidak akan tercapai.

Demikian juga dengan keyakinan yang benar dan kuat.  Tanpa aksi, keyakinan itu tidak akan membuat anda mencapai tujuan.  Jadi, anda benar-benar membutuhkan aksi untuk mencapai tujuan.

Misalnya anda lapar.  Tujuan anda adalah menjadi kenyang. Anda yakin di lemari makan ada makanan.  Anda juga yakin anda bisa mengambil dan memakannya.  Tapi anda tidak bergerak.  Apakah anda akan kenyang?  Pasti tidak.

Jadi, apakah aksi lebih penting dari tujuan dan keyakinan?  Jelas tidak.  Tanpa tujuan, aksi anda tidak akan menghasilkan apa-apa.  Anda akan seperti mayat berjalan tanpa tujuan.  Tanpa keyakinan, anda pasti diliputi keraguan dan ketakutan.  Keraguan dan ketakutan justru membuat anda tidak bertindak sama sekali. 

Aksi yang tepat ada tiga.  Pertama, belajar.   Kedua, praktek apa yang telah dipelajari.  Ketiga, evaluasi. 
Misalnya anda ingin menjadi pebisnis sukses dengan penghasilan Rp. 100 juta per bulan.  Maka anda harus belajar.  Apa yang anda pelajari?  Anda harus belajar apa-apa saja yang anda perlukan untuk jadi pebisnis sukses.  Anda harus belajar tentang ide bisnis, marketing, produk, komunikasi dengan mitra bisnis dan sebagainya. 

Setelah belajar pada tahap tertentu, langsung praktekkan.  Dengan praktek, anda akan tahu, apakah hasil belajar anda telah cukup atau tidak.  Bila cukup, maka anda akan mencapai tujuan anda.  Bila ini yang terjadi, anda harus membuat tujuan baru.  Dan belajar lagi.

Bila belum cukup – berarti tujuan anda belum tercapai – maka anda harus evaluasi diri.  Apa yang masih kurang itu?  Bila sudah tahu, anda harus belajar lagi.  Begitu terus sampai tujuan anda tercapai.  Itulah aksi yang tepat.

Bagaimana anda bisa belajar dengan lebih baik?  Ada satu rumus yang bagus.  Belajar lah dari orang-orang yang sudah sukses. 

Contoh sederhana bila anda ingin naik  ke puncak gunung untuk pertama kalinya.  Mana yang lebih baik?  Anda naik bersama teman-teman yang belum pernah naik gunung juga?  Atau naik gunung bersama orang yang sudah pernah naik gunung sampai ke puncaknya?    Pasti yang disebut terakhir lebih baik.

Karena itu belajar lah dari orang yang telah sukses.  Ingin jadi artis sukses, belajar dari artis sukses.  Ingin jadi pebisnis sukses, belajar dari pebisnis sukses.  Kemungkinan suksesnya pasti jauh lebih besar.  Selamat beraksi.  Belajar.  Praktekkan.  Evaluasi.

Jumat, 13 April 2012

5 PRINSIP MENGIKIS KENEGATIFAN

Kikis sebelum membesar, Cegah sebelum datang

Diri kita diciptakan Tuhan dengan potensi kebaikan (nurani) dan keburukan (ego).  Tugas kita yang kemudian dipandu oleh para nabi, orang-orang besar, dan para pemimpin yang baik adalah mengoptimalkan potensi kebaikan itu dan meminimalkan potensi keburukan.  Memang mengikis kenegatifan bukan perkara mudah.  Sulit malah.  Ia menyangkut mengenali dan mengendalikan ego  yang luar biasa cerdasnya.

Sulit, tapi harus dilakukan. Kenapa?  Karena bila tidak, kesulitannya akan makin besar.  Dan itu jelas membuat kita makin kecil saja di hadapan kenegatifan itu.  Maka akan datang saatnya ketika potensi kebaikan kita sekarat.  Maka di saat ini, kenekatan pun terjadi.  Kita nekat untuk benar-benar berniat jadi negatif.  Bila ini terjadi, perbedaan kita dengan iblis pun setipis hembusan nafas.

Sebelum itu terjadi, mengikis kenegatifan menjadi penting untuk dilakuan terus menerus.  Maka lakukan langkah-langkah yang tepat dengan takaran yang cukup.  Maka kenegatifan yang membelenggu kita seperti : malas, menunda, berbohong, merokok, berjudi, minuman keras, mencandu pornografi, narkotika, kemarahan, kesedihan berlebihan, kesombongan, korupsi, dan sebagainya akan terkikis.

Saya memilih lima langkah dalam hal ini:

1. Niat Teguh  Segala sesuatu dimulai dari niat bukan?  Dan segala tindakan letak nilainya ada pada niatnya.  Maka niatkanlah untuk terus mengikis kenegatifan diri.  Saya buat rumus niat teguh sebagai berikut :  Niat Teguh = Keinginan * Kesiapan untuk Belajar * Kesiapan hadapi masalah apapun.

Rumus niat teguh ini terdiri dari tiga hal tersebut.  Dan dihubungkan dengan tanda perkalian, bukan penambahan.  Maksudnya ketiga hal itu harus ada.  Bila salah satu tak ada (nilainya nol), karena rumusnya dikali, maka nilai niatnya otomatis nol juga.

2. Keputusan Detail dan Jelas  Niat harus ditingkatkan jadi keputusan detail dan jelas.  Tanpa ini, niat akan mengambang.  Keputusan detail ini diantaranya:

 · Kenegatifan apa yang akan dikikis?
 · Akan lakukan perubahan drastis (sekaligus berubah) atau gradual (bertahap)?
 · Daftar tindakan detail dan jelas.
 · Orang-orang negatif mana yang akan kita tinggalkan?
 · Situasi negatif mana yang menunjang terjadinya kenegatifan diri kita?
 · Peralatan penunjang kenegatifan mana yang akan kita buang?
 · Kapan semua hal itu akan dilakukan?

3. Melepas Kenikmatan Sekunder  Kenapa kita melakukan hal-hal negatif sampai hal-hal itu jadi kebiasaan?  Karena kita merasakan adanya kenikmatan.  Itulah kenikmatan sekunder.  Secara primer kita tahu itu salah dan negatif.  Tapi tindakan itu juga berikan kenikmatan.  Nah, karena kenikmatan ini lah maka kita melakukannya.  Maka sadari bahwa kenikmatan itu sekunder saja sifatnya.  Artinya, ada kenikmatan primernya.  Merokok itu nikmat.  Bila niat telah teguh untuk berhenti merokok, maka mulailah tidak menginginkan kenikmatan sekundernya.  Inginkan kenikmatan primer berhenti merokok.  Rasakan kenikmatan ketika anda berhasil tak tergoda untuk merokok.  Wuah, itu nikmat sekali lho… Kenikmatan yang berasal dari rasa kuasa atas diri anda sendiri.

4. Melakukan Hal-hal Positif  Tidak melakukan hal-hal negatif tidak cukup.  Biasanya tidak tahan lama.  Maka anda perlu lakukan hal-hal positif.  Untuk menggantikan kekosongan yang ditinggalkan oleh hal-hal negatif.  Beberapa waktu lalu, saya terlalu banyak nonton TV.  Untuk mengikisnya, saya lakukan langkah-langkahnya.  Saya berniat teguh.  Saya buat keputusan detail dan jelas.  Saya benci kenikmatan sekundernya.   Dan saya gantikan waktu nonton TV untuk lakukan hal-hal positif.  Main sepeda.  Membaca.  Tulis buku.  Main sama anak-anak. Dan sebagainya.

Ini berkaitan dengan syaraf di otak kita.  Sebuah pemutusan hubungan antara sel-sel syaraf akan permanen bila dibentuk hubungan baru.  Perselingkuhan akan benar-benar berakhir, bila selingkuh itu diakhiri dan dibangun hubungan sehat dan penuh cinta dengan pasangan (suami/istri) sah kita.  Bila hanya memutus perselingkuhan tanpa membangun hubungan sehat dan penuh cinta, maka akan terbentuk lagi hubungan selingkuh lagi.  Apakah dengan selingkuhan yang lama atau dengan yang baru.

5. Lakukan Hal-hal Produktif  Langkah ini penting agar perubahan dan kebaikan kita konsisten.  Produktif beda dengan positif.  Produktif pasti positif.  Tapi positif belum tentu produktif.  Tiap pagi saya antar anak-anak ke sekolah.  Itu positif.  Tapi tak produktif.  Buat catatan di facebook positif.  Produktifkah? Pasti.  Maka prinsip ke lima ini penting.  Kemajuan berasal dari kegiatan produktif.  Tapi kegiatan produktif tak bisa kita lakukan bila kegiatan positifnya keteteran.

 Semoga bermanfaat ya teman…
 Mohon para pemimpin kita didoakan.
 Agar membuat kebijakan yang positif dan produktif untuk rakyat miskin.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More